Mengompol atau yang biasa juga dikenal dengan bedwetting sebenarnya merupakan hal yang lumrah terjadi pada si kecil saat masih bayi. Namun dalam beberapa kasus, tak jarang pula anak-anak yang berusia di atas 3 tahun masih melakukannya. Dan kalau hal ini terjadi, sering kali para orang tua dibuat kalang kabut mencari cara mengatasinya. Namun sebelum itu Bunda, yuk kita kenali dulu alasan si kecil sering mengompol agar tahu penanganannya.

Adanya faktor hormonal sampai gangguan tidur

Anak yang mengalami gangguan tidur cenderung akan lebih sering mengompol. Dan menurut para ahli, anak laki-laki lah yang sering mengalaminya. Selain itu beberapa anak juga ada yang mengalami keterlambatan perkembangan kandung kemih atau dalam hal ini tidak begitu peka saat kandung kemihnya sudah penuh. Hal lain lagi adalah kasus di mana ada pula anak dengan gangguan hormon antidiuretik, hormon yang bertanggungjawab dalam mengontrol jumlah kemih yang diproduksi oleh ginjal saat malam hari. Namun perlu dipahami juga Bunda, bahwa hal tersebut akan membaik seiring berkembangnya usia si kecil.

Faktor lingkungan juga turut ambil peran

Kebiasaan mengompol ternyata juga tidak serta merta terjadi karena adanya faktor hormonal. Pasalnya kondisi anak yang merasa stress juga jadi pemicunya. Selain itu masalah kesehatan seperti sembelit atau infeksi saluran kemih juga bisa membuat intensitas si kecil buang air kecil makin sering lho Bunda. Dan tentu saja asupan makanan dan minuman untuk sang buah hati juga harus diperhatikan. Karena memberikan anak penganan yang mengandung kafein (cokelat atau teh) juga bisa jadi pemicu dia sering mengompol nantinya.

‘Senjata’ untuk menghadapi anak mengompol

Memang mengubah kebiasaan anak mengompol bukanlah hal yang mudah serta dapat dilakukan dalam waktu singkat. Oleh karena itu sebagai orang tua ada baiknya Bunda siapkan beberapa senjata untuk si kecil. Pertama tentu saja alas tidur anti air berbahan campuran PVC. Tentu alas yang satu ini sudah jadi andalan sejan zaman kakek nenek kita ya. Saat meletakkan alas tersebut, katakana juga pada anak bahwa bila dia berhasil mengurangi atau menghentikan kebiasaan ngompolnya maka Bunda tak lagi akan meletakkan alas PVC tersebut dan dia bisa tidur beralas bed cover yang lembut. Cara ini berhasil lho di banyak keluarga.

Ciptakan rutinitas sebelum tidur

Salah satu rutinitas yang bisa Bunda biasakan untuk si kecil adalah untuk buang air kecil sebelum tidur. Dengan begitu kemungkinan dia mengompol akan makin kecil. Bila si kecil enggan melakukannya dengan dalih belum ingin buang air kecil, coba bangunkan dia di malam hari. Tapi jangan asal dibangunkan ya Bund. Hanya bangunkan si kecil bila tidurnya mulai Nampak gelisah. Karena gelagat seperti itu biasanya menjadi awal buah hati ingin buang air kecil.

Memang benar bila salah satu penyebab mengompol adalah banyaknya konsumsi air si kecil sebelum tidur. Namun ternyata ada faktor lain yang menjadi pemicu anak sering mengompol di malam hari lho Bunda. Bila memang buah hati Bunda masih memiliki kebiasaan mengompol ini, coba ajak dia mengurangi dan menghentikannya secara pelan-pelan ya. Dan jangan lupa siapkan pula senjata-senjatanya tadi. Eits, selain menyiapkan senjata untuk anak yang sering mengompol, jangan lupa juga nih Bunda selalu sediakan camilan Lapis Malang di rumah ya. Siapa tau saat tengah malam ke kamar mandi si kecil lapar dan pengen ngemil kan? Lapis Malang ini bisa Bunda dapatkan di Jl. Danau Bratan Blok E 1 No. 12 A, Sawojajar, tak jauh dari Universitas Wisnuwardhana dan Velodrome Malang.

Leave a reply