Memiliki buah hati tentu menjadi hal yang paling menyenangkan bagi semua orang tua ya. Namun tentu saja akan ada tantangan yang harus dihadapi para orang tua dalam mengasuh si kecil tercinta. Salah satunya adalah ketika sang buah hati mulai menangis. Tak jarang para orang tua baru merasa kebingungan mencari cara memahami tangisan si kecil. Oleh karena itu, yuk mulai sekarang kita pelajari berbagai macam arti tangisan si kecil seperti di bawah ini yang dilansir dari berbagai sumber.

Popok basah

Tentu bayi akan merasa tidak nyaman bila mengenakan popok yang lembab serta basah ya Bunda. Dan kebiasaan banyak orang tua ketika anaknya menangis pasti akan langsung memastikan popok tersebut. Bila si kecil mulai merasa tidak nyaman karena popoknya basah, tangisannya akan cenderung berirama teratur dan terus menerus. Namun semakin lama tangisan tersebut akan semakin keras. Jika sudah menangis begini, cepat ganti popoknya dengan yang baru ya Bunda.

Lapar

Waktu pemberian ASI pada si kecil benar-benar harus diingat betul oleh Bunda ya. Karena bila dia mulai merasa lapar tangisan si kecil akan lebih keras dari biasanya. Selain itu tangisan ini akan berlangsung dalam waktu lumayan lama serta makin lama makin keras. Biasanya tangisan karena lapar ini akan dimulai dengan si kecil membuka mulutnya layaknya sedang mencari sumber ASI nya. Sementara untuk waktu pemberian ASI sendiri biasanya sekitar selang waktu 1-2 jam. Ingat-ingat ya Bunda!

Kolik

Kolik sendiri merupakan keadaan di mana si kecil merasakan nyeri atau sakit di bagian perut yang disebabkan oleh terlalu banyak menelan udara ketika menyusu. Karena si kecil merasakan sakit, biasanya tangisannya terdengar lemah dan melengking serta akan dibarengi dengan muka yang sedikit memerah, perut tegang, manarik kaki, dan mengepalkan tangan. Jika sudah demikian, coba Bunda usapkan minyak telon di bagian perut dan punggung dengan lembut dan perlahan ya.

Lelah

Memang sih bayi belum bisa melakukan banyak aktivitas yang bisa dengan mudah membuatnya lelah semacam balita. Namun ternyata keadaan seperti berada di tengah keramaian dan ada banyak orang yang bergiliran menggendongnya serta mengajaknya bercanda juga bisa membuatnya capek lho bund. Bila sudah begini, tangisan bayi cenderung seperti merengek dan disertai raungan sedikit melengking. Juga akan ada efek suara terdengar semacam ‘wah-wah’ dan disertai tubuh sedikir gemetar serta memegang telinga.

Akan bersendawa

Jika saat si kecil menangis Bunda mendengarnya mengeluarkan bunyi ‘eh’ panjang, hal tersebut menandakan adanya gelombang udara yang masuk dan tersangkut di bagian dadanya. Si kecil mengeluarkan efek suara ‘eh’ karena ingin mengeluarkan gelembung tadi. Jika sudah seperti ini, coba gendong si kecil dan tepuk-tepuk perlahan bagian punggungnya ya, Bunda.

Nah itu dia Bunda 5 jenis tangisan bayi beserta arti dan cara mengatasinya. Dengan begini Bunda dan keluarga harus lebih peka lagi saat sang buah hati mulai menangis ya. Ketahui dengan jeli kira-kira apa yang jadi sebab dia menangis dan pilih cara tepat untuk mengatasinya. Dan jika si kecil sudah bisa tenang, Bunda boleh sejenak bersantai sambil ngemil untuk mengembalikan energi ya. Pilihannya tentu saja Lapis Malang yang bisa Bunda dapatkan di Jl. Danau Bratan Blok E 1 No. 12 A, Sawojajar, tak jauh dari Universitas Wisnuwardhana dan Velodrome Malang.

Leave a reply