Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa umat Muslim dengan sukacita menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri. Di hari kemenangan itu biasanya keluarga berkumpul bersama untuk merayakannya. Hidangan tentunya menjadi sesuatu yang wajib ada saat perayaan lebaran kan, Bun. Biasanya,makanan yang dihidangkan pada saat lebaran adalah makanan yang tinggi lemak, gula, dan kolestrol. Pada umumya saat lebaran makanan apa saja akan disantap, apalagi setelah satu bulan menahan diri. Tapi kita juga harus selektif ya Bunda dalam menyantap makanan saat lebaran karena makanan yang tinggi lemak, gula, dan kolestrol tersebut tentunya tidak baik untuk kesehatan tubuh. Namun bukan berarti kita tidak dapat menikmati makanan tersebut ya, Bunda. Yuk perhatikan beberapa tips dari Lapis Malang agar tetap bisa menikmati sajian saat lebaran, Bunda.

Konsumsi Air Putih di Sela Waktu Makan

freepik.com

 

Mengkonsumsi air putih selain untuk menghindari dehidrasi adalah untuk membantu menekan nafsu makan yang berlebih pasca lebaran, Asupan air putih di sela waktu makan bisa sangat membantu kita untuk mengurangi porsi makanan yang akan kita konsumsi berikutnya ya, Bunda. Untuk itu sediakan air putih saat Bunda dan keluarga berkumpul menikmati momen lebaran bersama. Selain itu dengan mengkonsumsi air putih tubuh kita akan lebih sehat daripada kita mengkonsumsi minuman manis, atau soda. Yuk Bunda siapkan air putih saat momen apapun dan dimanapun agar tubuh tetap sehat dan bugar.

Batasi Porsi Makan

freepik.com

Tubuh menjalani proses detoksifikasi  selama berpuasa. Setelah ibadah puasa selesai Bunda jalani, tubuh memerlukan waktu agar bisa beradaptasi kembali dengan makanan yang biasa dikonsumsi. Jangan sampai Keluarga Bunda makan terlalu banyak. Akan jauh lebih baik jika Bunda mengikuti nasihat yang berkata makanlah saat lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Ada beberapa sajian makanan bersantan seperti gulai, opor, saat lebaran. Tak jarang pula sajian jajanan atau camilan disajikan dengan olahan santan ya Bunda. Penggunaan santan, apalagi santan kental, pada masakan tentu membuat asupan lemak dalam tubuh berisiko berlebihan. Agar asupan lemak tidak berlebihan, usahakan Bunda dan keluarga mengambil sedikit saja kuah pada masakan bersantan.

Perhatikan Waktu Makan

freepik.com

Makan saat momen lebaran pasti menjadi suatu agenda yang tidak terlewatkan. Meskipun begitu akan lebih baik jika Bunda dan keluarga mengatur dan membatasi jam makan untuk mengkonsumsi makanan yang berlemak, manis, dan memiliki kolestrol tinggi. Hal tersebut untuk mencegah naiknya kadar kolestrol dalam tubuh yang membuat kondisi tubuh memburuk. Selain itu jangan makan pada malam hari karena jika Bunda mengonsumsi makanan pada malam hari makanan tersebut akan berubah menjadi lemak ketimbang energi dan bisa membuat tubuh menjadi gemuk.

Batasi Porsi Kerupuk

freepik.com

 

Kerupuk banyak digemari oleh semua orang ya, Bunda. Kerap tidak disadari, nyatanya kerupuk pada makanan saat lebaran juga akan menyumbang lemak dalam tubuh loh, Bun. Cara paling mudah untuk mengurangi asupan lemak dari kerupuk adalah menggantinya dengan sayuran, atau kacang-kacangan. Akan tetapi jika Bunda dan keluarga adalah penggemar kerupuk, maka Bunda tetap dapat mengkonsumsinya tetapi dengan membatasi porsinya. Pastikan Bunda dan keluarga mengonsumsi kerupuk tidak lebih dari 1 tangkupan tangan orang dewasa atau 1-2 buah kerupuk ukuran besar dalam satu kali makan.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan ketika makan makanan bersantan saat lebaran. Hindari pola makan berlebihan agar terhindar resiko penyakit pasca lebaran. Memang berpuasa saat lebaran cenderang membuat orang ingin makan banyak. Namun tahukah Bunda bahwa beragam resiko yang dapat terjadi seperti sakit dalam bagian pencernaan. Oleh karena itu sebaiknya saat Lebaran Bunda dan keluarga mengatur pola makan agar terhindar dari yang namanya sakit pencernaan.

 

Leave a reply