Yang namanya anak-anak tentu wajar jika sesekali dia melakukan kesalahan ya. Namun untuk orang tua mungkin tidak ada yang ingin buah hatinya terus menerus berperilaku buruk. Apalagi bila itu berdampak negatif pula pada lingkungan di sekitarnya. Namun sebagai orang tua sebenarnya harus pintar-pintar mencari cara untuk menghilangkan kebiasaan buruk si kecil. Dan di bawah ini ada lima trik yang bisa Bunda coba agar si kecil tak lagi mengulangi kebiasaan negatifnya.

“Mengacuhkan” anak

Yang dimaksud mengacuhkan di sini tentu bukan berarti tidak peduli dan lantas membiarkan si kecil loh ya. Menurut seorang psikolog di Kansas City, salah satu kesalahan orang tua yang kerap dilakukan adalah menanggapi perilaku buruk anak. Misalnya saja saat anak menangis dan merengek di supermarket karena ingin sesuatu, cobalah untu pura-pura tidak mendengar atau melihatnya. Memang sih ada kemungkinan sikapnya akan menjadi-jadi karena tidak diperhatikan, tapi lama-kelamaan si kecil akan merasa lelah dan kembali ke pelukan Bunda.

Ajaklah mengobrol

Setelah si kecil sudah tenang, duduklah bersama kemudian ajaklah dia berbicara. Beri dia pengertian bahwa apa yang telah dilakukannya itu kurang baik dan seperti apa dia harusnya bersikap. Memang sih cara ini tidak mungkin akan langsung berhasil dalam sekali mencoba. Bunda harus tetap bersabar dan yakinlah bahwa semua proses ini adalah baik untuk keluarga serta agar anak lebih bisa memahami aturan keluarga.

Cobalah konsisten

Bila Bunda ingin si kecil belajar disiplin, tentu sering-seringlah memberitahu serta mencontohkan anak perihal aturan yang ingin diterapkan dalam keluarga. Dan jangan lupa pula untuk mengajarkan agar si kecil konsisten melakukannya. Tak hanya untuk buah hati, orang tua juga harus konsisten mencontohkannya. Karena seorang anak pasti akan meniru apa yang orang tuanya lakukan. Jika buah hati Bunda melihat orang tuanya melanggar aturan, maka jangan salahkan anak bila dia juga melanggarnya.

Nikmati setiap prosesnya

Crying boy being disciplined or punished.

Seperti yang sebelumnya disebutkan bahwa mengajari anak kecil tentu butuh proses. Apalagi bila orang tua dihadapkan dengan tantangan untuk mengubah perilaku buruk anak. Tentu jangan harap yang namanya hasil instan. Sebagai orang tua, nikmatilah setiap detail proses untuk membentuk pribadi anak yang positif. Jangan pernah lelah untuk memberi pengertian serta mencontohkan segala hal yang baik ya.

Jangan gunakan kekerasan

Hukuman fisik boleh jadi dianggap efektif membuat anak terdiam. Namun pikirkan juga efek kedepannya ya Bunda. Bukan tidak mungkin anak yang terlalu sering mengalami hukuman fisik akan menjadi trauma dan malah akan membentuk pribadi seorang penakut. Nasihat yang disampaikan dengan baik dan lembut tentu akan terasa jauh lebih bermakna disbanding pukulan atau cubitan untuk si kecil.

Nah ingat Bunda, mengubah perilaku anak tentu tidak bisa dilakukan dalam waktu sehari semalam dan belum bisa dikatakan sukses dengan cepat. Setiap orang tua harus melewati sebuah proses serta konsisten di setiap tindakan yang diambil. Oleh karena itu, yang sabar ya Bunda agar sang buah hati bisa tumbuh menjadi pribadi lebih baik. Dan oh ya, ketika sedang mengajak si kecil ngobrol dari hati ke hati, sediakan juga camilan enak Lapis Malang agar suasana semakin hangat. Camilan ini bisa Bunda dapatkan di Jl. Danau Bratan Blok E 1 No. 12 A, Sawojajar, tak jauh dari Universitas Wisnuwardhana dan Velodrome Malang. Tetap semangat Bunda!

Leave a reply