Keluarga tentu merupakan faktor yang paling penting dalam pertumbuhan serta perkembangan anak. Apakah seorang anak nantinya akan jadi seorang dengan sikap baik ataukah pembangkang, semua itu tentu bisa mulai diamati dari pola asuh dari keluarganya. Oleh karena itu setiap orang tua wajib mengetahui dan memilih cara terbaik untuk kemudian ditunjukkan pada si kecil. Termasuk salah satunya adalah ketika ingin menegur kesalahan yang diperbuat. Dan berikut ini ada lima cara yang bisa Bunda dan keluarga praktekkan agar tak salah langkas saat mengingatkan si kecil.

Hindari teriakan dan gertakan

Sepertinya sudah lumrah ya bila kita mendengar orang tua memarahi sampai membentak anaknya ketika melakukan kesalahan. Padahal hal tersebut malah akan memberika dampak psikologis buruk bagi si kecil, dan bahkan bisa sampai membuatnya menjadi pribadi penakut pada orang tua. Bunda nggak mau kan kalau buah hati tercinta jadi seperti itu? Oleh karena itu saat melihat anak membuat kesalahan cukup tegur dengan lembut.

Jangan fokus pada kesalahan anak

Cara lain yang bisa Bunda dan keluarga lakukan adalah dengan teguran yang tak terfokus pada kesalahannya. Misalnya saja jika si kecil suka meninggalkan mainan begitu saja tanpa dirapikan seusai bermain. Bunda bisa coba mengingatkannya dengan mengatakan, “sayang sepertinya kita butuh box baru untuk menyimpan mainanmu ya? Pasti suka kan kalau kamarnya rapi?” Kalimat seperti itu akan lebih baik dan tidak terkesan memojokkan dibanding langsung menyebut anak malas merapikan mainan.

Jangan menghakimi si kecil

Bunda juga bisa banget lho ‘menegur’ anak saat kalian sedang menonton film bersama. Misalnya bila anak terkesan jahil pada kawan-kawannya, Bunda bisa mencari film yang sesuai dan mengaitkannya dengan kebiasaan tersebut. Contohnya jika ada satu karakter dijauhi teman karena sikap usilnya, coba tanyakan pada si kecil, “sayang kira-kira kenapa ya dia diauhi sahabatnya?” Dengan begitu anak akan bisa memikirkan kebiasaat tidak baiknya itu tanpa Bunda memarahinya.

Beri waktu anak berpikir

Hal lain yang Bunda dan keluarga lakukan dalam hal tegur-menegur anak adalah dengan memberikannya sedikit waktu. Memang sih cara ini sedikit sulit, namun bila anak berhasil melakukannya maka orang tua dapat bernafas lega. Setelah si kecil melakukan kesalahan, usahakan untuk tidak langsung mendudukkan serta mengomelinya. Biarkan dia sendiri selama beberapa saat untuk merenungkan kesalahannya. Hal ini secara tidak langsung juga akan membuat anak semakin peka dan mandiri.

Perbaiki kesalahannya bersama-sama

Pernah dengar nggak sih Bund kutipan yang menyebutkan bahwa memberi contoh lebih baik dibandingkan memerintah? Nah hal itu juga berlaku saat Bunda dan keluarga ingin menegur si kecil. Misalnya saja bila anak enggan untuk menyikat gigi sebelum tidur, sebagai orang tua alangkah lebih baik untuk tidak sekedar menyuruh saja. Ajaklah si kecil untuk menyikat gigi bersama sekaligus tunjukkan bahwa kegiatan menyikat gigi sebelum tidur itu menyenangkan dan menyehatkan.

Nah itu tadi lima cara yang bisa Bunda dan keluarga praktekkan bila ingin menegur kesalahan anak ya. Ingat, tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan gertakan bahwan bentakan. Jadi carilah cara terbaik bagaimana agar si kecil bisa tumbuh sebagai pribadi yang baik ya Bunda. Dan yang terpenting adalah selalu dampingi si kecil ya, selalu sediakan waktu berkumpul bersama keluarga agar anak tidak merasa sendiri. Waktu berkumpul bersama keluarga pastinya akan lebih sempurna bila ditemani camilan enak, Lapis Malang. Jajanan ini bisa Bunda dapatkan di Jl. Danau Bratan Blok E 1 No. 12 A, Sawojajar, tak jauh dari Universitas Wisnuwardhana dan Velodrome Malang. Selamat berkumpul bersama keluarga, Bunda.

Leave a reply