Untuk Bunda yang baru saja membina keluarga tentu kerap merasa bingung bila dihadapkan pada perihal pengasuhan anak ya. Meski sebenarnya hal tersebut harusnya menjadi tanggung jawab seluruh anggota keluarga, namun tetap saja seorang ibu merasa memiliki peran lebih. Adapun beberapa jenis permasalahan terkait pengasuhan anak yang kerap dihadapi tak jauh dari anak yang rewel sampai si kecil yang penakut. Nah untuk Bunda yang mungkin saat ini sedang menghadapi sang buah hati yang cenderung penakut, di bawah ini ada lima cara yang bisa dipraktekkan agar si kecil kembali berani.

Bicara dari hati ke hati

Membiarkan anak sendiri bergelut dengan rasa takut mereka tentu bukan langkah yang tepat ya Bunda. Coba luangkan waktu untuk mengajak sang buah hati berbicara. Pancinglah dia dengan beberapa pertanyaan seputar rasa takutnya itu agar anak mau terbuka dan Bunda juga bisa paham apa penyebab utama ketakutannya. Hal ini juga bisa dilakukan dengan bantuan anggota keluarga yang lain kok Bunda.

Jangan remehkan rasa takutnya

Setelah tahu akar permasalahannya atau ketika anak mulai menunjukkan rasa takutnya, tolong jangan katakana bahwa hal tersebut hanya mengada-ada. Karena yang demikian itu akan semakin membuat anak memendam ketakutannya serta berhenti bercerita terkait perasaannya. Itulah mengapa kemudian tanggapan yang lembut dari orang sekitar bisa menjadi treatment tepat. Jelaskan juga hal ini pada seluruh anggota keluarga di rumah ya, Bund.

Jangan terlalu mebesar-besarkan dan memaksa anak

Pasti Bunda pernah mendengar kan bahwa hal terbaik untuk mengatasi rasa takut adalah dengan mendekati sumber ketakutan itu. Cara demikian mungkin baik bila dicoba orang dewasa, namun untuk usia anak 2-3 tahun sepertinya belum pas ya Bunda. Cobalah untuk tidak terlalu memaksa si kecil menghadapi rasa takutnya atau ketakutannya malah semakin menjadi-jadi. Sekali lagi, pendekatan lembut dari Bunda dan keluarga cenderung akan lebih berhasil.

Berikan anak semangat

Selain mengahadapi si kecil dengan penuh kelembutan, jangan lelah untuk melontarkan semangat pada sang buah hati. Motivasi dia untuk melawan rasa takut yang dialami. Misalnya Bunda bisa mengatakan bahwa dia adalah seorang pemberani. Kalimat penuh optimisme itu tentu akan menstimulus anak untuk semakin menghadapi ketakutannya. Dan sebagai orang tua, juga jangan lupa memberi contoh untuk mengatasi rasa takut ya.

Ajak dia berdoa

Cara yang terakhir ini tentu saja sangat sederhana namun berdampak besar. Dengan mengajak anak berdoa untuk mengatasi rasa takut, Bunda dan keluarga juga secara tidak langsung bisa menanamkan nilai-nilai agama pada si kecil. Yakinkan dia bahwa berdoa dapat membuatnya semakin dekat dengan Tuhan yang akan membantu menyelesaikan segala kekhawatiran.

Hal lain yang penting untuk diketahui Bunda dan keluarga adalah jangan sekali-kali menakut-nakuti anak sejak dia kecil. Karena kebiasaan yang seperti itu secara tidak langsung akan membuat sang buah hati mudah ciut. Tanamkan rasa berani dan berbesar diri sedini mungkun pada si kecil ya. Sisihkan juga sedikit waktu untuk berkumpul bersama keluarga agar si kecil merasa terlindungi. Saat kumpul bersama paling enak ditemani camilan lezat, Lapis Malang yang tentunya bisa didapatkan di Jl. Danau Bratan Blok E 1 No. 12 A, Sawojajar, tak jauh dari Universitas Wisnuwardhana dan Velodrome Malang. Semoga Bunda dan keluarga berhasil mengusir rasa takut si kecil ya.

 

Leave a reply