7 Cara untuk Mengatasi Anak Suka Mengamuk

Yang namanya masalah pengasuhan anak tentunya sudah menjadi tanggung jawab seluruh anggota keluarga ya. Meski mungkin peran ibu terasa dominan, namun sebisa mungkin semua anggota keluarga selalu tanggap dalam hal tersebut. Bila kita menengok beberapa masalah yang sering dihadapi banyak keluarga di sekitar, sepertinya ada satu diantaranya yang cukup membuat orang tua pusing ya. Apalagi kalau bukan mengatasi si kecil yang suka mengamuk. Kalau Bunda dan keluarga selama ini juga ternyata menghadapi masalah yang sama, berikut ada tujuh cara yang bisa dipraktekkan di rumah.

Tetap tenang

Ketika si kecil sudah mulai menunjukkan gelagar mengamuk, yang harus orang tua lakukan adalah tetap tenang sambil terus mendampinginya. Karena jika orang tua tersulut emosinya dan marah-marah, bukan tidak mungkin anak akan menangis lebih kencang dan amukannya makin menjadi-jadi. Oleh karena itu mintalah seluruh anggota keluarga untuk tetap memperlihatkan sikap tenang bila si kecil mengamuk.

Bujuk dengan lembut

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan membujuknya secara lembut. Peganglah tangannya atau peluklah dia dengan lembut. Sikap seperti itu merupakan sebuah kode bahwa Bunda siap bekerjasama serta mendengar keluhannya. Bila memungkinkan, cari tahu juga penyebabnya mengamuk. Bila itu karena kurangnya perhatian, Bunda dan keluarga bisa coba luangkan waktu lebih lagi.

Alihkan perhatiannya

Kecenderungan anak mengamuk ini sepertinya tidak mengenal waktu dan tempat ya? Pernah tidak buah hati Bunda tiba-tiba mengamuk di supermarket karena ingin membeli sesuatu? Bila hal itu terjadi, Bunda bisa coba untuk mengalihkan perhatiannya ke hal lain. Ajak si kecil untuk menuju bagian lain di pusat perbelanjaan tersebut.

Coba berikan reward

Sistem reward atau hadiah ini terkadang berhasil lho Bunda. Tapi jangan membayangkan hadiah yang terlalu berlebihan diberikan untuk si kecil ya. Misalnya saja bila sang buah hati mulai mengamuk, katakana padanya bahwa Bunda akan membacakan dongeng sebelum tidur jika dia mau tenang. Pilih hadiah yang edukatif ya Bunda, sampaikan hal ini juga pada anggota kelarga lain. Karena reward itu tak melulu soal materi.

Biarkan saja

Lho kok malah dibiarkan? Ya, terkadang orang tua perlu mendiapkan anak ketika mulai mengamuk. Namun dengan catatan tetap mendampinginya. Misalnya saja anak mulai menangis dan menghentakkan kakinya di lantai karena ingin meminta sesuatu, coba biarkan dia untuk melakukannya dulu. Karena bila sudah lelah dan bosan, secara otomatis tangisannya akan berhenti. Dan saat itulah Bunda bisa menenangkannya.

Beri dia nasihat

Tentu yang namanya memberi anak nasihat tidak boleh dilewatkan ya. Namun Bunda dan keluarga juga perlu memperhatikan kapan waktu terbaik menasihati si kecil. Menurut banyak ahli, setelah anak sudah lelah dan bosan menangis dan mengamuk, saat itu pulalah orang tua bisa mendekatinya. Coba peluk dia dan beritahu bahwa Anda sangat menyayanginya. Yakinkan juga bahwa mengamuk bukan cara terbaik jika menginginkan sesuatu.

Cobalah lebih tegas

Ingat, tegas di sini bukan berarti marah ya. Dalam sekali waktu Bunda bisa coba mengatakan pada anak bahwa Anda maupun sang ayah tak akan membacakannya dongeng jika dia terus mengamuk. Hal ini sebenarnya merupakan kebalikan dari sistem reward atau hadiah tadi ya Bunda. Dan ingat, saat anak berhenti mengamuk berilah penjelasan mengapa Anda bertindak tegas. Dengan demikian anak akan lebih paham.

Dari tujuh cara di atas tentu sudah jelas ya Bunda bahwa cara terbaik mengatasi anak yang senang mengamuk adalah dengan ketenangan dan kelembutan. Karena emosi bukan cara terbaik untuk menyelesaikan semua permasalahan. Ketika kondisi anak sudah tenang, boleh lho Bunda mengajak anggota keluarga lain untuk menikmati camilan enak, Lapis Malang yang bisa diperoleh di Jl. Danau Bratan Blok E 1 No. 12 A, Sawojajar, tak jauh dari Universitas Wisnuwardhana dan Velodrome Malang.

Leave a reply