Urusan sapih menyapih mungkin jadi masalah yang susah-susah gampang bagi kebanyakan orang tua, terutama ibu ya. Pasalnya kebanyakan anak akan seketika menjadi makin rewel bila harus dibiasakan dengan hal baru dan terkesan asing untuknya. Pastinya butuh waktu dan juga usaha ekstra untuk bisa mengurangi kebiasaan si kecil yang masih asik minum dari botol susu maupun payudara sang ibu. Berikut ini ada 5 tips yang bisa Bunda praktekkan jika memang ingin membiasakan anak agar bisa lepas dari kebiasaan nenennya.

Percobaan botol pertama

Pertama, jika Bunda ingin menyapih anak dari payudara, coba cari pengganti berupa botol susu ataupun sippy cup. Pilihkan yang sekiranya terlihat menarik dan disukai si kecil agar dia bersemangat saat minum. Sesekali bolehlah Bunda memberinya untuk nenen secara langsung untuk proses pembiasaan. Sementara jika ingin menyapih anak dari botol susu, dasarnya sebenarnya sama saja. Jika usia si kecil masih kurang dari 6-8 bulan dia akan memiliki kecenderungan mengunyah  cangkir atau bahkan langsung menolaknya. Bila demikian, berikan kembali botol susunya tapi untuk waktu yang sebentar.

Kurangi waktu menyusui

Nah khusus untuk Bunda yang memiliki anak seorang neneners sejati, cobalah untuk mengurangi frekuensi menyusui. Karena bagaimanapun juga cara terbaik untuk menyapih adalah dengan dilakukan secara bertahap. Kalau biasanya Bunda menyusui 4 kali sehari, ubahlah menjadi 3 kali dalam satu hari. Atau Bunda juga bisa mengurangi waktunya. Jika sehari-hari dalam sekali menyusui memakan waktu 15 menit, kurangi jadi 10 menit saja. Sementara untuk anak yang ingin disapih agar beralih pada cangkir, coba saat malam tiba ganti botol susunya dengan mainan agar secara bertahap dia bisa lepas dari ‘nge-dot’ sampai tidur.

Gunakan trik khusus

Bunda juga bisa sesekali ‘mengelabuhi’ si kecil. Misalnya saja dengan menuangkan susu di cangkir terlebig dahulu sampai penuh, dan mengisi botol susunya sedikit saja. Jika anak menolak minum dari cangkir, berikan botolnya saja. Dan bila dia masih haus dan ingin minum, coba kembali tawarkan susu dalam cangkir. Trik lain yang bisa dicoba adalah dengan mengisi cangkir dengan susu dan botolnya diisi dengan air putih. Bila si kecil sudah haus mau tidak mau tentu si kecil akan mencoba meminum susunya di cangkir.

Bekerjasama dengan suami

Ingat Bunda, menyapih anak bukan sepenuhnya tugas ibu kok. Bunda bisa meminta tolong suami untuk mengajak si kecil bermain lebih lama dengan si kecil untuk mengalihkan perhatiannya pada susu. Biarkan juga ayahnya untuk menidurkan serta merawat sang buah hati di malam hari. Bila anak mulai rewel dan menangis meminta susu, coba tawarkan botol maupun cangkir untuknya. Cara semacam ini tentu harus dicoba berkali-kali sampai anak sudah terbiasa.

Memberi pengertian pada anak

Cara lain yang bisa Bunda lakukan adalah membiasakan memberi pengertian pada si kecil. Katakan bahwa di usianya saat ini sudah saatnya dia belajar menggunakan botol susu maupun cangkir untuk minum. Jangan pernah lelah memberinya nasihat, meski dia masih belum bisa berbicara namun si kecil tentu bisa merasakan apa yang ibunya katakan. Yakinkan juga padanya bahwa orang tuanya akan selalu menyayanginya.

Rewel ataupun menangis memang sudah menjadi resiko yang harus orang tua tangani ketika mulai menyapih sang buah hati. Baik itu proses dari menyusu payudara ke botol maupun dari botol susu menuju cangkir. Yang terpenting adalah coba lakukan secara berulang tips-tips di atas sampai si kecil betul-betul bisa lepas. Kalau anak Bunda sudah beranjak besar dan diperbolehkan mengonsumsi aneka makanan untuk memenuhi gizinya, coba tawarkan juga camilan aneka rasa Lapis Malang untuknya. Penganan ini bisa Bunda peroleh di Jl. Danau Bratan Blok E 1 No. 12 A, Sawojajar, tak jauh dari Universitas Wisnuwardhana dan Velodrome Malang. Sukses ya Bunda menyapihnya!

Leave a reply