Sebagian besar dari Bunda sepertinya pernah mengalami masa di mana sang buah hati tiba-tiba menjadi sangat aktif. Namun sebelum kita membahas tentang hiperaktif, perlu diketahui dulu bahwa anak kecil biasanya cenderung merasa kurang nyaman saat dibawa ke tempat baru ataupun malah dikekang. Pada masa inilah anak-anak akan jadi gelisah dan kemudian mereka cenderung menjadi lebih aktif daripada biasanya. Ada yang terus bergerak tanpa henti, merengek, sampai menangis. Bila buah hati Bunda mulai menunjukkan tanda-tanda seperti itu, yuk coba mengatasinya dengan cara di bawah ini.

Cari tahu penyebabnya

Hal pertama yang bisa dilakukan tentu saja mencari tahu bagaimana si kecil bisa seperti itu. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa anak yang merasa gelisah atau tidak nyaman akan cenderung bersikap lebih aktif. Oleh karena itu, selalu amati kira-kira apa yang membuat si kecil merasa gelisah. Apakah karena tidak nyaman di tempat baru atau tidak menyenangi lingkungan tertentu, ataukah ada alasan lainnya. Baru kemudian Bunda bisa mencari taktik agar anak tak lagi merasa tidak nyaman atau gelisah tadi.

Tunjukkan sikap yang tegas

Ketika si kecil sudah mulai aktif, orang tua dilarang untuk memarahinya. Karena hal tersbeut malah akan membuatnya makin menjadi-jadi. Misalnya saja bila dia bersikap aktif saat berada di supermarket, coba Bunda dekati dan panggil namanya. Kemudian pandanglah matanya sampai dia sepenuhnya memperhatikan Bunda. Sampaikan dengan lembut bahwa apa yang dia lakukan itu berlebihan dan bisa mengganggu lingkungan sekitar. Bila Bunda berhasil mengingatkannya dengan cara cantik ini, maka seketika anak akan luluh.

Jangan bohongi anak

Penyebab lain yang menjadikan anak lebih aktif adalah karena merasa gusar, marah, ataupun frustasi terhadap sesuatu. Perasaan tersebut kerap muncul ketika keadaan yang ada di sekelilingnya tidak sesuai dengan apa yang sebelumnya diceritakan orang tua. Oleh karena itu, sebagai orang tua jangan membiasakan membuat janji ‘palsu’ dengan anak ya. Karena di beberapa kasus ada orang tua yang sengaja ‘berbohong’ atau memberi ‘janji palsu’ pada anak ketika merajuk hanya agar dia bisa tenang. Padahal bila si kecil menyadarinya dia akan makin memberontak.

Beri penjelasan pada anak

Yang namanya anak kecil pastilah punya dunia sendiri yang mungkin tidak dapat dimengerti oleh kita, para orang tua. Anak-anak juga pasti memiliki rasa ingin tahu yang besar yang harus bisa dijawab oleh orang tua.  Dan di sini peran orang tua adalah memberikan penjelasan sebaik mungkin pada anak, tentunya dengan menggunakan bahasa yang sederhana. Ikuti pertanyaan si kecil sampai dia puas karena nantinya dia akan tenang dengan sendirinya.

Jadi Bunda, jangan keburu memarahi anak atau ngomel ya ketika si kecil mulai aktif. Kalaupun itu dia lakukan di tempat umum sampai sepertinya mengganggu orang sekitar, Bunda bisa kok mengajak sang buah hati bicara dari hati ke hati. Jangan lupa saat sedang melakukan quality time bersama anak di rumah, sediakan juga jajanan favorit sebagai teman bicara dari hati ke hati. Bunda boleh lho menyajikan camilan Lapis Malang untuk buah hati. Camilan ini tentunya bisa didapatkan di Jl. Danau Bratan Blok E 1 No. 12 A, Sawojajar, tak jauh dari Universitas Wisnuwardhana dan Velodrome Malang.

Leave a reply