Bagaimana cara Bunda dan keluarga mengenang moment kemerdekaan Indonesia? Mengenang jasa pahlawan sangat baik untuk memberikan wawasan yang lebih kepada si kecil ya Bunda. Museum Brawijaya juga merupapakan salah satu destinasi wisata untuk si kecil belajar sejarah. Dengan begitu si kecil akan menghargai pahlawannya dan mengerti akan sejarah Indonesia sendiri. Bukan hanya itu ya Bunda, ada cara lain yang akan membuat si kecil nyaman untuk memperlajarinya. Salah satunya adalah dengan berkunjung ketempat bersejarah. Museum Brawijaya adalah salah satunya. Museum Brawijaya merupakan museum bertemakan militer yang menyimpan informasi di era perjuangan Indonesia. Berperan sebagai destinasi wisata, pendidikan, penelitian ilmia, pembinaan wilayah, pembinaan mental juang, pewarisan nilai-nilai perjuangan 1945 untuk TNI dan patriotisme untuk umum. Tetaknya di Kota Malang tepatnya di Jl. Ijen No. 25 A, Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Ketika memasuki museum tersebut tak perlu khawatir karena Bunda cukup membayar Rp. 6.000,- saja.  Disana Bunda dan keluarga sudah bebas berkeliling dan berfoto-foto didalamnya. Kita intip yuk Bunda apa aja sih yang ada disana! Yuk disimak

Sejarah Berdiri Museum Brawijaya

jejakpiknik.com

Pendirian Museum Brawijaya telah dilakukan sejak tahun 1962 oleh  Brigjend TNI (Purn) Soerachman (mantan Pangdam VIII/Brawijaya pada tahun 1959-1962. Pembangunan gedung Museum ini kemudian mendapat dukungan oleh pemerintah Kota Madya Malang dengan menyediakan tanah seluas 10.500 meter. Bukan hanya itu loh Bunda pembangunan Museum ini juga mendapat dukungan dari Sdr.Martha berupa biaya pembangunan. Arsitek pembangunan Museum ini adalah Kapten Czi Ir.Soemadi. Museum Brawijaya selesai dibangun pada tahun 1968 dan diresmikan pada tanggal 4 mei 1968 oleh Kolonel Pur.Dr Soewondo. Nama Museum Brawijaya ditetapkan berdasarkan keputusan Pangdam VIII/ Brawijaya tanggal 16 April 1968 dengan sesanti (wejangan) ‘Citra Uthapana Cakra’ yang berarti sinar (citra) yang membangkitkan (uthapana) semangat/kekuatan (cakra).

Koleksi Museum Brawijaya

Di Museum Brawijaya terdapat beberapa ruangan. Dimana ruangan-ruangan tersebut dijadikan tempat penyimpanan koleksi benda-benda bersejarah. Di halaman depan terdapat taman senjata bernama ‘Agne Yastra Loka’. ‘Agne’ berarti ‘api’ dan ‘Yaska’ berarti ‘senjata’ sedangkan ‘Loka’ mempuanyai arti ‘taman’. Maka ‘Agne Yastra Loka’ memiliki arti yaitu taman senjata dari api revolusi 1945. Benda-benda yang dipamerkan dihalaman depan cukup unik dan sangat menarik masyarakat untuk berkunjung ke museum ini.

Perahu Segigir

manisatravel.com

Perahu Sengigir ini merupakan salah satu bukti sejarah kemerdekaan Indonesia yang tidak ternilai harganya. pada tahun 1947 tepatnya sebelum bulan Juli masyarakat di Desa Prenduan , Sumenep, Madura membuat perahu ini yang kemudian dimiliki oleh seorang warha bernama Makiya. Perahu ini bisa menampung 6 orang loh Bunda. Sejarah tentang Perahu Segigir ini dimulai pada saat 2 tahun setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tanggal 21 Juli 1947. Pada saat itu Belanda ingin menguasai kembali negara Indonesia untuk dijadikan negara boneka. Maka dari itu, pasukan Belanda yang saat itu dipimpin oleh Van Mook melakukan agresi militer Agresi Militer. Kemudian pada November 1947 pejuang bangsa Indonesia yang tergabung dalam pasukan Joko Tole atau Sabililah mundur dari Pasingsongan, Sumenep, pulau madura. Karena wilayah tersebut telah berhasil dikuasai oleh pasukan Belanda. Oleh karena itu, pasukan Joko Tole pergi bersembunyi ke Desa Prenduan yang berada di pesisir antara Pamekasan dan Sumenep.

Tank Amfibi AM

jejakpiknik.com

Selain itu ada juga Tank Amfibi AM Track dan Patung Jenderal Soedirman ya Bunda. Tank Afimbi AM Track digunakan oleh tentara Belanda dalam usaha menempati kota Malang pada Perang Kemerdekaan I. Namun usaha Belanda mendapatkan perlawanan dari pasukan TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) di Jalan Salak. Selanjutnya adalah ruang lobi. Ruang lobi terletak antara Ruang Koleksi I dan Ruang Koleksi II. Di ruangan ini terdapat dua relief dan perangkat lambang-lambang kodam TNI AD di Indonesia. Salah Satu Tank yang ada di Halaman Depan Museum Brawijaya.

Alat Perang

jejakpiknik.com

Selain itu ada Ruang Koleksi I ya Bunda. Di ruangan ini memamerkan koleksi perang benda-benda tahun 1945-1949. Diantaranya ada foto-foto panglima kodam di Jawa Timur dari tahun 1945 sampai sekarang, lukisan baju para pejuang, burung merpati pos, termos yang terbuat dari tempurung kelapa, pedang samurai, radio, lukisan pertempuran Surabaya, peta pendudukan musuh, peta-peta kemerdekaan I dan II, alat-alat kesehatan dan masih banyak lagi. Nah sangat lengkap kan Bunda untuk mengajak si kecil bermain sambil berwisata.

Itulah beberapa hal yang ada di Museum Brawijaya Malang ya Bunda. Nah jangan ragu lagi ya untuk mengenaplkan sejarah kepada si kecil. Dengan begitusi kecil akan mencintai dan menyayangi negara dan menghargai pahlawannya. Nah sebelum pergi Bunda bisa membeli camilan yaitu Lapis Malang.

Bunda bisa mendaparkan Lapis Malang di :

1. Jl. Soekarno Hatta 30 Kav 5 (0341-2996 153)
2. Jl. Kawi Atas No. 43 C (0341-5075 879)
3. Jl. Danau Bratan Blok E 1 No. 12 A Sawojajar (0341-723 782)
4. Jl Raya Mondoroko Perum Puri Kendedes A1, Singosari. (0341-3042 593)
5. Jl. Raya Wendit No. 3
6. Jl. Raya Pakisaji No. 13, Pakisaji
7. Jl. Diponegoro 171 C, Batu
8. Jl. Pahlawan Timur No. 277, Tumpang
9. Jl. Dr. Moh. Hatta 151, Pendem
10. Jl. S. Supriadi 1A, Sukun
11. Jl. Tumenggung Suryo No. 76 A

 

Leave a reply